Sisi Gelap Dunia NFT, AUTO Gulung Tikar

Sisi Gelap Dunia NFT, AUTO Gulung Tikar

Pada tahun 2021 tepatnya di bulan kemerdekaan Indonesia yakni bulan agustus, ternyata penjualan NFT meningkat. Anda perlu mengetahui bahwa pada bulan tersebut, total penjualan NFT sempat sesekali menyentuh angka triliunan yaitu 357 triliun. Dengan hal ini Anda pasti akan terbius dan tertarik pada dunia NFT kan. Dunia NFT yang sukses ini sesekali berkaitan terhadap salah satu hal . Dapat Anda bandingkan dan kaitkan, saat NFT berjalan mulus tidak disangka hampir setara dengan dana yang dipersiapkan untuk membeli dan menyebarkan vaksin lho. Bahkan artis dan sejumlah influencer, rela berkorban dengan cara menyusun strategi dengan matang agar dapat menciptakan NFT-nya sendiri dan diupayakan untuk laku keras.

Jika Anda memiliki hubungan dekat dengan kerabat Anda yang sudah lebih lama berkecimpung atau berkontribusi di dunia NFT, pasti Anda akan digurui atau bisa disebut dengan didoktrin terhadap salah satu kalimat. Salah satu kalimat  yang akan didoktrin bersama Anda adalah NFT terjamin aman karena penyimpanannya dalam bentuk block  chain. Akan tetapi, setelah Anda mencari banyak relasi dan informasi ternyata NFT yang disebutkan tadi masih ada sedikit kesalahan yaitu walaupun NFT disimpan dalam bentuk block chain, siapa sangka ternyata bisa di hack dan menimbulkan kerugian sebesar 43 miliar. Dengan hal tersebut Anda akan bimbang dengan dunia NFT.

Saat Anda melihat berita di salah satu media elektronik seperti televisi, ada berita yang membahas tentang dunia NFT. Di dalam berita tersebut ada informasi yang bisa Anda dapatkan. Informasi yang dimaksud adalah NFT atau non-fungible token ini sempat booming banget di seluruh dunia, salah satu pelopor NFT adalah CryptoPunks atau yang berisi kurang lebih 10 ribu token unik serta dapat membuktikan kepemilikannya dengan cara disimpan di blockchain Ethereum. Jika Anda melihat beberapa tahun belakangan ini, pada saat CryptoPunks ini dirilis di bulan juni tahun 2017 berada diharga rata-rata yaitu 59 dollar atau setara dengan 90 ribu. Sedangkan pada bulan juli tahun 2017 harganya sekitar 86 dollar atau setara dengan 1,3 miliar.

Setiap token CryptoPunk ini mempunyai nomor identifikasi yang beragam atau sering dibilang unik. Nomor identifikasi yang unik tersebut adalah dari angka 0 sampai 9,999. Salah satu NFT termahal yang pernah Anda ketahui itu termasuk CryptoPunk nomor 5822. CryptoPunk nomor tersebut, berhasil sukses oleh dibuktikannya dari hasil penjualan dengan kisaran harga di 23,7 juta dollar atau setara dengan 329 miliar. Yang berhasil mensukseskan CryptoPunk nomor 5822 adalah Deepak Thapiyal yang menjabat sebagai CEO. Nah, dengan beberapa informasi yang sudah dibahas sebelumnya Anda dapat menyimpulkan bahwa dunia NFT ini memiliki beragam dampak entah itu positif ataupun negative.

 

Berikut ini beberapa sisi gelap dan solusi dari dunia NFT :

  1. Berdampak Bagi Lingkungan

Semakin tinggi minat Anda dan sekeliling Anda terhadap blockchain, mata uang crypto, dan NFT. Ternyata, berbanding lurus dengan naik atau meningkatnya penggunaan bahan bakar fosil. Hal dan fenomena fakta tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya transaksi jual beli pada platform blockchain yang menggunakan mata uang crypto. Dapat pula menguras sesekali menghabiskan energi. Energi yang berguna bagi masyarakat dan lingkungan adalah energi listrik yang mengalir dalam jumlah besar karena mekanisme proof of work. Nah Anda perlu tahu bahwa proof of work ini dapat berlangsung seperti saat sejumlah penambang melakukan perlombaan dalam memecahkan jawaban  yang benar dengan acak untuk menyelidiki pergerakan uang di platform blockchain.

  1. Energi Terkuras Saat Pemakaian

Saat Anda melakukan proses minting pada 1 NFT yang berbasis Ethereum, maka Anda akan menghabiskan energi sebesar 142 kWh. Energi yang telah dikeluarkan ini setara dengan 100 ribu transaksi VISA. Dengan kisaran angka tersebut, emisi karbon yang dihasilkan adalah 6 kali lipat lebih pesat dari emisi pembakaran satu galon bensin. Jika Anda mendapatkan info tentang ini dalam bentuk grafik, yang menyatakan bahwa dalam setahun belakangan ini Ethereum telah menghabiskan sekitar 112 TWh. Coba, Anda bayangkan seperti eman-eman atau terbuang percuma saat menjalani proses NFT ini ya.

  1. Segera Temukan Solusinya

Waktu Anda menjalankan proof of work, keamanan blockchain sebenarnya dapat dijaga. Dapat dijaga dengan mekanisme proof of stake alias bukti kepemilikan. Di saat kondisi seperti ini Anda tidak membutuhkan software melainkan hardware ya. Anda juga bisa mengambil dan mengunci asset tersebut. Seperti halnya dengan jaminan yang berarti tidak tepat jika dijadikan bahan lelucon atau bercanda. Jaringan Ethereum ini bernilai tinggi saat digunakan seseorang. Jika Anda seorang seniman dan kolektor, cobalah untuk mendorong yang positif seperti perubahan. Anda dengan mudah dan aman dapat mencetak serta membeli NFT dengan uang crypto yang sifatnya ramah lingkungan.


Leave a Reply

Your email address will not be published.