Dunia Metaverse Dapat Mengancam Kehidupan Manusia

Dunia Metaverse Dapat Mengancam Kehidupan Manusia

Pada 28 Oktober tahun 2021 kemarin, secara resmi perusahaan milik seseorang ternama yang bernama Mark. Dalam waktu lalu si pemilik perusahaan hanya mempunyai 1 perusahaan saja yaitu facebook incooporated yang isinya mencakup Instagram dan whatshap. Sekarang sudah tidak menjadi facebook incooporated lagi, melainkan menjadi Meta Platform Incooporated. Saat Mark meresmikan pergantian platform tersebut, si pemilik menyatakan kalau dia pribadi akan menhentikan kebingungan. Kebingungan antara perusahaan dan platform yang beliau bangun sejak bulan februari tahun 2004.

Pada saat ini perusahan Meta Platform Incooporated adalah induk perusahaan yang membawahi 3 media ternama. Media ternama tersebut antara lain facebook, Instagram, dan juga whatsapp. Selain memikirkan dan melewati kebingungan tersebut, beliau juga mempunyai ambisius terhadap rencananya. Di dalam rencananya, Mark ingin perusahaan yang sudah beliau bangun ingin membangun metaverse yang di akui sebagai masa depan dunia. Dari pernyataan beliaulah, kemudian metaverse banyak dibicarakan dari beragam kalangan. Kadang, metaverse ini sampai menimbulkan salah paham atau bisa disebutkan dengan salah kaprah di kehidupan manusia yaitu masyarakat.

Sebelum Anda salah paham lebih jauh, akan lebih baik jika Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu metaverse. Jika Anda pernah menganggap si mark yang memunculkan definisi dari metaverse, itu tidak benar ya alias hoax. Metaverse adalah beberapa ruang virtual yang terhubung melalui akses internet dan hal tersebut bersifat realitas ataupun real time. Dengan ini muncullah dunia 3 dimensi, yang dihuni oleh orang banyak. Yang menghuni ruang dunia 3 dimensi itu adalah avatar-avatar dari orang yang sesungguhnya, hal ini hampir mirip dengan action yang ada di beberapa film. Namun, konsep metaverse ini ternyata diperluas oleh perusahaan teknologi seperti Microsoft, facebook, serta meta.

Metaverse tidak hanya mewakilkan diri seseorang sebagai avatar dalam dunia virtual. Terkadang orang umum atau orang awam mempunyai pikiran bahwa metaverse selalu berkaitan dengan game. Dalam dunia virtual ini Anda dapat beraktivitas dan berinteraksi seperti layaknya didunia nyata lho. Kegiatan yang dimaksud antara lain mengobrol, berbelanja, bermain, hingga membeli tanah serta membangun rumah. Anda pasti akan kagum begitu dahsyatnya teknologi metaverse ini. Anda tidak hanya sekedar kagum, melainkan si para pengguna itu akan terhubung makin erat baik secara sosial maupun ekonomi.

Tadi sudah membahas tentang konsep metavers yang diperluas, selanjutnya Anda akan mengetahui tentang konsep metaverse lebih dalam yag dapat diyakini bersama yang dijalankan internet dengan dihubungkan oleh perangkat virtual. Anda dapat menemukan bahwa metaverse ini bukanlah suatu masa depan, walaupun terbatas saat mengaksesnya. Adapun beberapa game yang bisa Anda akses seperti axie infinity, the sims, grand theft auto, animal crossing, serta fortnite yang masuk dalam kategori fenomenal.

 

Berikut ini beberapa pernyataan tentang dunia metaverse :

  1. Apa saja yang diperlukan Metaverse?

Anda dapat menguji atau membuktikannya dengan 2 hal saja lho. Dapat menguji hal tersebut dengan cara tersedianya kebutuhan masyarakat dan ketersediaan perangkat lunak maupun keras. Kebutuhan untuk masuk dan terlibat kedalam metaverse tergantung dimana Anda tinggal dan yang Anda kerjakan. Jika Anda punya budget lebih dan sibuk dalam sehari penuh, maka metaverse merupakan solusi terbaik dikarenakan bisa menghemat waktu. Jadi, Anda tidak perlu merasakan macet atau sesekali naik pesawat untuk pergi bertemu dengan klien dan teman. Dengan hal ini terjadi, Anda bisa melakukan berbagai bahkan semua kegiatan dari rumah.

  1. Apa saja ketersediaan perangkat dalam metaverse?

Untuk Anda yang ingin menggunakan software, sebenarnya sudah dapat dibilang cukup pada era sekarang. Keberadaan metaverse yang serba dunia 3 dimensi, bisa ditunjang dengan software seperti unity dan juga unwell. Kedua software ini yang memiliki tanggungjawab dalam memberikan kesan nyata dalam video game. Perlu Anda sadari untuk perangkat jenis hardware atau yang sering disebut perangkat keras tentu berbeda ya. Metaverse ditopang oleh teknologi komunikasi serta perangkat virtual. Perangkat virtual yang dimaksud adalah VR. Perangkat VR ini dibuat untuk memberikan pengalaman kepada metaverse agar menjadi lebih objektif, real, dan nyata. Tidak sedikit perusahaan yang sudah mengembangkan realistic secara visual yaitu dapat kita rasakan seperti meraba. Contoh dari barang atau alat visualnya seperti seperti sarung tangan yang ada komposisi VR ya.

  1. Tipe jaringan yang dipakai metaverse?

Namun, untuk masalah yang berkaitan dengan koneksi dan jaringan akan bergantung minimal pada teknologi 5G. Dari spekulasi yang dirilis oleh perusahaan teknologi kwangkong, metaverse baru bisa lancar digunakan dalam kisaran kecepatan 200 mbps. Jadi jika Anda sekarang mempunyai tempat tinggal atau domisili yang minim jaringan 5G, metaverse ini hanya sekedar mimpi dan angan-angan saja.

  1. Bagaimana Dengan Indonesia?

Jika Anda mengacu pada kebutuhan masyarakat sepertinya Indonesia masih dikatakan jauh dari teknologi metaverse. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan data tingkat pekerja informal yang mencapai 78 juta jiwa penduduk. Dengan ditambah lagi penduduk yang belum atau tidak mendapatkan pekerjaan seperti penggangguran yang mencapai 9,1 juta penduduk. Dengan fakta yang ada, Anda harus berpikir bahwa Indonesia masih mencoba inovasi dalam membuka lowongan pekerjaan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *